
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Prodi PBSI UNP Kediri Ajak Generasi Muda Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing
Kediri, 28 Oktober 2026 – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nusantara PGRI Kediri turut memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 sebagai momentum untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, dan kecintaan generasi muda terhadap bahasa Indonesia.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat akan ikrar bersejarah para pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928, khususnya semangat menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar tersebut tidak hanya menjadi tonggak sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi landasan penting dalam membangun identitas nasional di tengah keberagaman suku, budaya, dan bahasa.
Mengusung semangat “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing”, Prodi PBSI UNP Kediri mengajak seluruh sivitas akademika, khususnya mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, untuk menempatkan bahasa sebagai instrumen pemersatu, penjaga identitas budaya, sekaligus sarana pengembangan kompetensi global.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Nur Lailiyah, M.Pd., menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda perlu dimaknai secara kontekstual sesuai dengan perkembangan zaman, terutama di tengah pesatnya transformasi digital dan arus globalisasi.
“Semangat Sumpah Pemuda harus terus kita hidupkan melalui sikap positif terhadap bahasa. Mengutamakan bahasa Indonesia merupakan wujud nasionalisme, melestarikan bahasa daerah adalah bentuk penghargaan terhadap identitas dan kekayaan budaya bangsa, sedangkan menguasai bahasa asing menjadi bekal untuk berkomunikasi dan berkompetisi di tingkat internasional,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ketiga prinsip kebahasaan tersebut bukanlah pilihan yang saling bertentangan, melainkan harus dikembangkan secara harmonis. Bahasa Indonesia memiliki kedudukan strategis sebagai bahasa nasional dan bahasa negara, bahasa daerah berperan sebagai penjaga warisan budaya dan kearifan lokal, sedangkan bahasa asing menjadi jembatan dalam membangun jejaring pengetahuan dan kerja sama global.
Sebagai program studi yang bergerak dalam bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, PBSI UNP Kediri berkomitmen untuk mengimplementasikan semangat tersebut melalui kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan literasi dan budaya.
Komitmen ini juga sejalan dengan visi keilmuan program studi yang berorientasi pada reputasi regional ASEAN, pengembangan teknologi dan seni, serta penguatan kearifan lokal. Salah satu bentuk aktualisasinya adalah pengintegrasian budaya Panji sebagai kekayaan budaya Kediri dalam kegiatan akademik dan pengembangan keilmuan bahasa dan sastra.
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, Prodi PBSI UNP Kediri berharap generasi muda tidak hanya mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar sesuai konteks komunikasi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga keberagaman bahasa daerah serta meningkatkan kompetensi bahasa asing tanpa kehilangan jati diri kebangsaannya.
Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98, 28 Oktober 2026!
Mari terus kobarkan semangat persatuan, perkuat literasi, dan bangun generasi muda yang unggul, tangguh, inovatif, serta berkarakter kebangsaan.
Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing.
PBSI UNP Kediri — Berbahasa, Bersastra, dan Berbudaya.
